Quote Sang Driver

18 02 2013

“Nikah itu kayak Sunat, awalnya pasti takut.. takut ini, takut itu, tapi emang harus diberaniin.”

-Bapak Driver yang nganterin gw pulang pergi Jkt-Bdg minggu kmrn-

 

gw hanya terdiam, sambil pikiran gw melayang ke pria2 yang nikah berkali2.. apakah mereka juga sunat berkali2??

Hahahahaaa..





kala inersia menerpa..

10 02 2013

Layaknya anak sekolahan pada umumnya, tentu kita diajarkan suatu teori dasar fisika klasik, yang juga dikenal luaskan dan diadaptasi oleh Newton menjadi Hukum Newton I, yaitu gaya inersia. Gw pribadi sebenernya ga inget banyak tentang hal ini. Dulu sih sempat waktu interview di perusahaan tempat gw bekerja sekarang ini, bos gw nanya Hukum Newton II, bukan Hukum I tapinya. (dan gw jawabnya salah.. hahahaa..)

Secara definisi menurut wikipedia, inersia adalah kecendrungan semua benda fisik untuk menolak perubahan terhadap keadaan geraknya. Sampai apabila gaya yang diterapkan melebihi dari rentang toleransi inersia tersebut. Dari definisi itu, subjeknya adalah benda fisik, dan apa yang terjadi jika kita mengganti subjeknya menjadi Manusia.

Manusia menurut gw adalah pemilik gaya inersia yang paling pintar, tapi terkadang tidak bisa mengontrol inersianya sendiri, dan berlindung dibalik inersia tersebut dengan selubung udah pewe dan Comfort Zone (Zona Nyaman).

Walaupun banyak manusia yang mengeluh ini itu, hidupnya kok begini, kok masalahnya begitu, tapi kenyataannya mereka melakukan rutinitas itu setiap hari. Ada yang di mengumpat dan mencaci maki kerjaan atau kantornya sendiri, tapi kenyataannya, ya dia tiap hari masi aja melakukan kerjaan yang dia caci maki dan hina itu, yang hanyalah membuat dia lebih hina (imho). Klo emang ga suka, ya keluar aja dari kerjaan itu, so simple kan. Tapi apa yang membuat mereka masih bertahan dengan kerjaannya? Mungkin salah satunya adalah inersia.

Pada dasarnya semua orang takut akan perubahan, karena tidak ada yang bisa menjamin perubahan itu adalah ke arah yang lebih baik, atau malah ke arah yang lebih buruk. Walaupun sebenernya apakah hasil nya baik atau buruk, itu tergantung dari usaha kita juga, bagaimana cara kita membawa perubahan tersebut.

So, if you believe then just take action, jangan takut untuk berubah ke arah yang lebih baik, pasti akan banyak halangan, karena memang itulah naturalnya inersia, semuanya akan cendrung untuk tetap pada keadaannya, akan cendrung untuk menolak perubahan. Jadi berusahalah dengan lebih dan benar agar perubahan itu bisa terjadi, dan terjadi ke arah yang lebih baik.

Gw sebenernya adalah makhluk yang juga terjebak oleh inersia itu sendiri. Contohnya ketika lagi nonton tv, males bergerak bahkan utk ngambil remote tv, atau ketika males beranjak dari kasur (haha.. semuanya jg gini kali ya)

Jadi, sebenernya banyak ilmu-ilmu fisika dasar yang bisa dikaitkan dengan dengan kehidupan manusia, dan diambil sisi positifnya agar kita bisa menjadi generasi yang lebih baik.
*PS: oiya, buat yang belum bisa move on, itu berarti terkena efek inersia juga.. hehe..





Balada No. Urut Service Motor

9 02 2013

Mengendarai motor yang sehat adalah impian semua pengendara motor, layaknya saya. Oleh karena itu, kita harus merawat motor dengan baik seperti dgn servis rutin. Tetapi setelah 2,5 tahun, motor gw ini baru akan diservis untuk kedua kalinya. Servis yang minimalis memang, tapi itu karena si motornya sendiri sebenernya jarang dipakai.

Cerita kali ini adalah tentang servis motor gw yang pertama kali, gw servis di bengkel resmi di daerah Fatmawati. Bengkelnya ga terlalu besar, tp karena bengkel resmi, jadilah gw memutuskan utk service disana. Gw datang jam setengah 10, ternyata sudah no urut 30. Dan kata petugasnya, bakalan lama, dan disuruh jemput nanti jam 2.

Bingung juga kan ya nunggu dari jam setengah 10 sampai jam 2. Akhirnya setelah beres registrasi dan menitipkan kunci motor, gw memutuskan untuk pulang ke kosan di pejaten.
Tadinya sempat mau jalan2 aja sampai jam 2, tapi berhubung masi agak ngantuk, yaudah pulang deh. Cuaca hari itu cukup terik, dan suasana kopaja seperti biasanya ga bisa dibilang menyenangkan. Bener2 kondisi yang pas banget untuk tidur.

Sesampai di kosan langsung lah menuju kamar, dan di depan pintu kamar coba merogoh saku kiri dan kanan, dan ziiiinnnnggggg… gw lupa klo kunci kamar kosan itu gw gabung sama kunci motor, dan kunci motor gw tinggal di bengkel.
Oh noo maan.. naik kopaja sejam di hari yg terik tp gagal masuk kamar.

Tau gitu tadi mending jalan2 aja deket2 sana.. ngapain mesti capek2 pulang, dan sekarang ga bisa masuk kamar. Mana mas2 penjaga kosan nya ga ada pula.

Akhirnya balik lagi ke daerah fatmawati, nyampe jam 12. Dan nongkrong di lotte mart, makan ayam gorengnya (ternyata di sana video yg diputerin video KPOP semua.. hahahaha)

Dan hari ini gw servis motor lagi, tapi bukan di fatmawati, sekarang di jalan dewi sartika. Bengkel ini lebih gede. Kayaknya emang pusatnya disini deh. Soalnya gede banget. Dan gw udah datang jam 8 pagi, dan apa yang terjadi? Pas sampe langsung dikasi no urut, dan gw dapet no urut 149 (gilak ini padahal masi jam 8pagi  tapi udah no urut 149). Langsung markirin motor, dan abis itu mesti daftar lagi sambil nyampein keluhan mengenai motor, apa yang harus diservice. Untuk mendaftar ini pun harus nunggu dipanggil sesuai no urut. Buat ngedaftarnya aja butuh sejam.

Dan kata petugasnya baru selesai jam 3, jadi jam 3 disuru balik ke bengkel lagi. Tapi untungnya kali ini gw udah misahin kunci kosan dari kunci motor. :D:D
So Sahabat Super..

pelajaran yang bisa diambil, jika anda ingin servis motor, datanglah jam 7 pagi, atau klo perlu datang malam sebelumnya, bikin tenda,tidur disana, dan ketika pagi2 bengkelnya buka, bisa dapat no urut 1.





I do judge people by their..

3 02 2013

Sebuah pepatah anonim yang sudah sangat terkenal mengatakan “don’t judge the book by its cover”. Menurut gw, pepatah itu ga benar, tapi ga sepenuhnya salah juga. Secara ilmu marketing, people will always judge by the looks, and in this case, the book’s cover.

Contohnya gini deh, jika kalian pergi ke toko buku, kebanyakan bukunya disegel plastik kan ya. So, absolutely people will always judge its book by its cover at first, why?? Just simply because opening seals means buying right??. Ini membuktikan people will judge the book by the cover. So pepatahnya salah donk?

Nah, disinilah letak kebenaran pepatah itu. Ga wise banget klo kita menilai buku ratusan halaman dari 2 cover depan dan belakang aja. Berapa persen sih yang bisa ditampilkan dalam 2 halaman cover tersebut dari keseluruhan makna dan isi bukunya? Sebenernya disanalah diperlukan kelihaian si penulis ataupun penerbit membikin cover yang benar2 memunculkan rangkuman makna-makna yang ada di bukunya.

Tapi pembaca pun sudah semakin pintar di era komunikasi yang sudah sangat maju ini. Sekarang sudah sangat mudah mencari review sebuah buku di internet atau media lainnya. Dari review kita bisa mendapatkan judgement juga. Jadi sekarang sebelum membeli buku, lihat dulu yg covernya menarik, buka smartphone anda, cari ulasan buku tersebut di internet, dan klo ulasan yang ada ga sesuai dengan yang diharapkan, ya berarti ga usah dibeli. Yaa cara ini bisa dibilang lebih wise daripada hanya sekadar mengandalkan cover yang oke saja.

Jadi kembali ke pepatah tadi, yang benernya gimana? hmm, gini kali “judge the books by its cover for shallow judgement, look for its review for simple judgement, but read and understand it fully for your total and deeper judgement”

Itu buku, bagaimana dengan orang? Apakah wise menilai orang dengan looks? Untuk hal ini cover buku sedikit lebih unggul daripada muka orang. Soalnya cover buku ada tulisan yang bisa kasih gambaran isi buku, dan gw belum pernah lihat ada muka orang yang juga ada rangkuman dan sinopsis sifat orang tersebut.

Jadi apa yang bisa dilihat dan dijadikan factor untuk judgement?
So generally, menurut gw ada 2 pembagian. Ada yang given, dan ada yang di maintain. Hal-hal yang bisa dijadikan penilaian adalah yang bisa dimaintain oleh orang tersebut, seperti sikap, sifat, amarah, emosi, kebersihan, kerapian, dan pastinya kata-kata. Sangat ga wise klo kita menilai orang dari sesuatu yang given untuknya, seperti orang itu (maaf) pendek (kurang tinggi), jadi pasti dia orangnya kurang ajar. Plislah, ga mungkin kan. So sebelum kita menilai orang, lihat dulu atas dasar apa kita menilai mereka, jangan sampai kita menilai mereka dari hal2 yang given.

Jadi kesimpulannya, kita bisa memberikan penilaian untuk orang tersebut dari hal2 yang bisa dimaintain oleh pribadi tersebut. Klo lo orangnya urakan dan kotor, ya ga salah juga klo orang lain menilai lo orangnya jorok. Dan jangan membela diri deh dengan pepatah “don’t judge the book by its cover”. Daripada lo marah dibilang begitu, mending mulai belajar bersih, contohnya gitu.

Terus gimana apakah wise menilai orang yang baru kita kenal?Klo dianalogikan dengan kisah si buku tadi, ya makin banyak halaman yang kita baca, makin baguslah penilaian kita mengenai buku tersebut. Sama dengan menilai orang, makin kenal dan makin lama kita kenal dia, penilaian kita juga semakin bagus.

But, this is 2013 guys, I think we can simply have simple judgement of the people by their social network. For example in twitter, banyak orang yang bilang “don’t judge me by my tweet”. Of come on bro dan mba’e, malah tweet kalian itu salah satu sarana orang akan menilai lo. Di twitter lo mencaci maki dan berkata kotor, trus lo tetep mau dibilang orang baik dan berlindung di balik kata2 “don’t judge me by my tweet”. Padahal jelas-jelas apa yang lo tulis di twitter atau juga facebook adalah hal-hal yang masuk ke area yang bisa lo maintain. Trus lo expect orang agar jangan judge lo dari kata2 lo itu.. ckckck.. heran ga kalian?

Ibaratnya, kata-kata yang kita tulis di social network itu adalah cover dari diri kita, atau bahkan review diri kita sebenernya. Akan sangat mudah bagi orang-orang menilai kita dari hal tersebut. Jaman sekarang aja penulis buku dan penerbit berusaha keras bagaimana membuat cover yang benar2 memunculkan makna2 yang ingin diangkat oleh buku tersebut. Masa kita kalah, malah memunculkan kejelekan kita di cover? Padahal bisa jadi banyak hal baik yang malah ketutup gara2 sifat jelek itu kan? gw ga bermaksud kita menjadi orang yang berpura2. Tapi jangan sampai orang-orang salah menilai kita karena apa yang kita tulis di social network. Klo selama ini sering berkata2 kotor di twitter, ga ada salahnya kan diubah? Tapi klo emang lo nyaman dgn berkata2 kotor dan mengumbar2 kata2 kotor itu di timeline, gw ga marah sih, Cuma ya itu pastinya mempengaruhi bagaimana orang2 menilai dan melihat lo.

So plis jangan marah klo gw menilai kalian dari apa yang kalian tulis di facebook, apa yang kalian ungkapkan di twitter. Because life will always like that.

Jadii, inti dari tulisan gw yang panjang ini adalah, please be wise in all your social networking. Maintain all things you can maintain in yours in good ways. Because people will always judge you by your action and word (spoken or written). Bahkan yang tertulis di social network (harusnya) lebih hati2 lagi, karena buktinya nyata, bisa dicapture. Kadang apa yang kita anggap biasa, bisa dianggap menyerang dan bisa bikin sakit hati orang.

-tetap bahagia dan membahagiakan-





cerita tentang Aku dan Dia

20 11 2010

hai, hidup itu terlalu indah utk disesali.. terlalu banyak hal2 yang harus kita syukuri.. hehe.. so, mari kita buka mata, buka hati (sekarang saya sambil buka baju malah.. haha.. disini agak panas ternyata.. :p)

oke, aku ingin bercerita tentang seorang teman (emm.. ini teman sepermainan saja ya.. ga maksud utk ngarahin ke lawan jenis.. :D) tidak terlalu dekat, walau sebenarnya, aku ingin dekat dengan dia.. ingin mengenal lebih baik tentang dia.. ingin jadi tempat pertama saat dia berkata suka dan berbagi duka.. yaa.. intinya aku ingin menjadi sahabat dia.. tetapi semakin aku mendekat, semakin menjauh lah dirinya.. apa kah aku terlalu hina utk bisa berteman dengan dirinya?? atau aku terlalu miskin? atau aku bodoh?? ataukah aku tidak menjanjikan apa2.. aku tidak hina, aku juga tidak miskin.. bisa dibilang mapan.. aku juga tidak bodoh.. malah terbaik di kelas.. dan aku menjanjikan persahabatan yang baik utk dirinya.. tetapi, setiap kulangkahkan kaki ku mendekatinya.. dia menggerakkan kakinya menjauhiku.. apa salah ku?

oke then, aku mulai tidak berusaha mendekat.. bukan berarti menjauhinya? aku masih kerap menyapa, selamat pagi, atau sekedar senyum.. walau setiap kali sudah tertebak dan tertanam indah di ingatanku, wajah datarnya seolah tidak mengacuhkan keberadaan dan sapaan lembutku.. tapi itu tidak membuat aku menjauhinya.. aku tetap melakukan hal2 konyol itu.. dengan menyapa dan tersenyum tulus padanya setiap kali bertemu..

hari itu, entah aku habis mimpi apa, tiba2 dia datang.. masih dengan muka masam, entah karena malu.. atau masih ragu bertemu denganku.. dia minta diajarkan pelajaran di sekolah.. gurunya sudah mewanti2, kalau nilainya tidak naik, begitupun nasib kenaikan kelasnya.. dan sang guru pun menyuruh dia utk belajar padaku.. woow.. aku langsung bersemangat dan senang.. mungkin ini lah masanya aku bisa berteman baik dengannya.. selama seminggu, aku habiskan waktu luangku utk menemani dia belajar.. tetapi, tetap, tidak ada ekspresi di wajahnya.. tidak ada ekspresi ceria seperti saat dia sedang bersama dengan teman2nya yg lain.. saat bersamaku, terkesan datar, dan semua tau, dia ada disampingku karena suatu paksaan.. tapi tidak apa2lah.. mungkin ini lah awal dari semua..

seminggu pun berlalu.. walau komunikasi antara kami jarang terjadi.. dia bisa belajar sedikit lebih baik, dan akhirnya nilainya mencukupi utk bisa naik kelas.. ketika aku tau berita bahagia itu, aku sangat senang.. ingin rasa meloncat setinggi2nya saking girang.. dan aku langsung berlari mencari2 dia.. dia disana.. bersama teman2nya.. teman2nya sedang menyalami dia.. akupun menghampiri hendak menyalami.. tetapi dia seolah melempar pandangan ke arah lain.. dan bersama teman2nya, langsung berjalan melewatiku, tanpa sedikitpun merespon terhadap tanganku.. tragis memang.. tapi, aku masih menganggap dia teman..

hari2 pun berlalu.. dia pun tetap menjadi dia yang tak pernah menyapa, jangankan menyapa.. berusaha utk menoleh ke arahku pun tidak.. walau begitu, aku tidak merubah sikapku kepada dia.. aku tetap berusaha tersenyum dan menyapa dia setiap kali berpapasan.. terkadang seperti orang gila memang.. haha..

suatu ketika, entah bagaimana cerita, dia terjebak hutang yang cukup banyak.. sedangkan dia tidak berani meminta kepada orang tuanya.. dia berusaha minta bantuan ke teman2nya yang lain, tetapi tidak ada temannya yang cukup percaya kepada dia utk meminjamkan uangnya.. berita ini pun sudah jadi bisik2 umum di sekolah.. bahwa dia sedang butuh uang.. entah karena apa dia bisa berhutang dengan jumlah yg cukup banyak utk seorang siswa..

kali ini, kuakui aku memang gila.. aku ambil tabunganku, karena sedari kecil aku sudah menabung.. sebenarnya tidak susah bagiku utk uang dgn jumlah segitu.. aku ambil.. aku masukkan ke dalam kantong.. dan kutunggu dia berada di tempat sepi, karena aku tidak ingin dia malu dilihat oleh temannya.. lalu aku memberikan kantong berisi uang tadi.. sambil berkata, “ini, aku rasa ini akan sangat berguna bagimu, semoga kau gunakan benar untuk hal2 yg baik” dia menatapku lama.. ada beberapa menit kami tidak bergerak dan akhirnya dia mengambil kantong itu dan langsung memasukkan ke tasnya, lalu langsung kabur.. hemm.. tidak apa2.. walaupun aku mengharapkan sedikit terima kasih terlontar dari mulutnya, tapi tidak apa2.. yang penting uang itu bisa bermanfaat baginya..

besoknya.. dia mulai ceria, terlihat masalahnya sudah reda.. dan siangnya, tidak sengaja kami bertemu.. tetapi dia masih membuang muka.. dan tetap tidak menganggap keberadaanku.. walau aku selalu ada baginya di saat dia butuh.. tetapi kenapa begitu sulit baginya untuk bisa sekedar menyapa, berbagi tawa denganku.. berteman denganku.. aku hanya ingin kita dekat.. biar dia bisa tau bagaimana aku sebenarnya.. ahh.. kenapa begitu sulit..

(capek juga nulisnya.. hehe.. maaf tata bahasanya agak ngalor ngidul.. :p)

huff.. cerita yang aneh ya.. entah emang benar2 ada di dunia seorang seperti “aku” pada cerita diatas.. klo kita menempatkan diri kita sebagai aku.. maka tidak semua kita bisa benar2 seperti itu.. pasti kita akan kesal dari awal.. dan sudah mencuekkan dia.. atau kita tidak mau menolongnya.. bahkan dua kali membantunya.. sungguh mulia sekali si “aku” ini..

sebaliknya jika kita lihat si “dia”, sungguh sangat picik sekali dia.. betapa si “aku” sangat ingin berteman dengannya, tetapi dia selalu menjauh.. dan ketika si “dia” meminta bantuan, “aku” selalu membantu.. bahkan ketika si “dia” tidak meminta bantuan, “aku” datang untuk membantu.. bisa kita bilang apa ya si “dia” ini.. hmm.. munafik? atau jahanam? saya (penulis, -gw,deno-) pun bingung mau ngasih istilah apa buat si “dia”.. ya begitulah.. kita semua bisa menilai..

tapi kok tiba2 gw bikin posting ini? hemm.. gw bingung gimana mw ngejelasinnya.. gw hanya berfikir.. kalo diri gw.. selama ini seperti “dia” pada cerita diatas.. kepada Allah SWT.. Ya Allah.. ampunilah hambamu ini.. aku tidak berusaha dengan baik untuk bisa dekat denganmu Ya Allah.. terlalu banyak berkah yang kau berikan.. tak cukup syukur ku kepada-Mu.. belum lagi dosa2ku ya Allah.. semoga saya (dan kita semua), bisa menjadi insan yang lebih baik.. Amiin.





sang hitam

21 04 2010

Akulah hitam sang raja kelam

Gemerlap tapi gelap

Bercahaya tapi gulita


Akulah sang hitam

Selalu bertemankan sepi

Tak ada warna warni

Hanya putih mendampingi sesekali

Walaupun hanya sebagai pertanda sunyi


Tapi aku si hitam yang tak diam

Inginku bersuara

Walau tidak lantang

Tuk sekedar berkata

“aku ada”

*puisi ini sebenernya udah lama dibikinnya.. pendek banget.. jadinya males ngepublish.. puisi ini jadi temen saat lagi ngerasa sendiri, saat lagi gak ada teman.. saat lagi ngerasa gak dianggap.. saat dimana udah melakukan terbaik, tapi selalu dinilai buruk.. padahal cuma mw nunjukin klo “ya, aku ada”, tolong sedikit dihargai.. tetapi terkadang niat baik, tidak selalu tersampaikan dengan baik..




Brainwave Therapy Sebagai Cara Relaksasi dengan Media Suara

12 05 2009

Denori Gumalay
13306068
Tugas Mata Kuliah Akustik

Di kota besar, sebagian besar penduduk yang merupakan pekerja tidak mempunyai waktu yang cukup untuk istirahat. Para pekerja kantoran tersebut memulai harinya dengan bangun pagi-pagi sekali, apalagi yang mempunyai jarak rumah dengan kantor yang cukup jauh. Mereka juga harus mempertimbangkan waktu yang terpakai untuk macet di jalan. Terkadang untuk bisa sampai ke kantor membutuhkan waktu hingga 1 jam atau lebih. Sehingga ketika sampai di kantor, kondisi badan dan pikiran bisa dibilang sudah tidak segar lagi. Dengan kondisi seperti tersebut, kerja yang dilakukan di kantor pun bisa tidak maksimal. Setelah seharian bekerja, jam 5 sore pekerja kantoran pun pulang. Dengan kondisi badan yang sudah lelah, begitupun dengan pikiran yang sudah ruwet. Mereka pun masih harus melalui jalanan macet sebelum sampai ke rumah. Setiba di rumah, mereka pun terkadang mesti menyelesaikan tugas-tugas kantor yang tidak sempat diselesaikan. Dengan rutinitas seperti itu, mereka harus mempunyai waktu istirahat yang efektif. Tetapi, tidak semua pekerja kantoran tersebut bisa beristirahat dengan baik di malamnya. Banyak yang tidurnya tidak nyenyak, malah mungkin insomnia, sehingga sulit untuk tidur. Begitulah kurang lebih kehidupan para pekerja kantoran di kota-kota besar seperti Jakarta.

Lalu, apa hubungannya dengan akustik?
Akustik, dalam hal ini bisa memberikan suatu solusi untuk para pekerja kantoran tersebut. Yaitu dengan meningkatkan kualitas dari istirahat mereka. Bagaimana caranya? Yaitu dengan memberi suara-suara dengan frekuensi tertentu yang dapat mempengaruhi gelombang otak (Brainwave) mereka. Seperti yang kita ketahui, otak adalah pengendali kerja dari semua organ tubuh kita. Apabila tubuh dan pikiran kita lelah, maka yang lebih lelah lagi adalah otak. Dengan mempengaruhi otak dengan suara dengan frekuensi tertentu dalam rentang waktu tertentu, maka Brainwave seseorang akan terpengaruh, pikiran seseorang akan bisa tenang dan bisa berfikir lebih cepat. Bahkan, dengan mengatur input fekuensi suara, maka kita bisa memfariasikan hasil yang kita inginkan kepada Brainwave kita.

Brainwave
Otak manusia menghasilkan gelombang listrik yang beraneka dan berfluktuasi. Gelombang listrik ini disebut brainwave atau gelombang otak. Pada riset yang dilakukan selama bertahun-tahun pada berbagai universitas, dapat ditunjukkan bahwa gelombang otak tidak hanya menunjukkan kondisi pikiran dan tubuh seseorang, tetapi dapat juga distimulasi untuk mengubah kondisi mental seseorang. Dengan mengkondisikan otak agar memproduksi atau mereduksi jenis frekuensi gelombang otak tertentu, maka dimungkinkan untuk menghasilkan beragam kondisi mental dan emosional.

Otak manusia secara umum menghasilkan empat jenis gelombang otak secara bersamaan, yaitu beta, alpha, tetha, delta. Tetapi selalu ada jenis gelombang otak yang dominan, yang menandakan aktivitas otak saat itu. Pola gelombang otak akan berubah sesuai dengan apa yang dilakukan oleh orang tersebut, sebagai contoh pola gelombang otak orang yang sedang tidur sangat berbeda dengan pola gelombang otak orang yang sedang terjaga.
Frekuensi gelombang otak diukur dalam satuan Hertz (Hz) atau perputaran per detik (cps).

Gelombang otak tersebut antara lain:

Beta adalah gelombang otak dengan frekuensi paling tinggi (beta rendah 12-15 Hz, beta 16-20 Hz, dan beta tinggi 21-40 Hz) yang dihasilkan dari proses berpikir secara sadar.
Kita menggunakan beta untuk menjalani kehidupan sehari-hari seperti berpikir, berinteraksi, dll .
Alfa adalah jenis gelombang yang frekuensinya sedikit lebih lambat dibandingkan beta, yaitu 8-12 Hz. Alfa adalah gelombang otak yang berhubungan dengan kondisi pikiran yang rileks dan santai. Dalam kondisi alfa, pikiran dapat melihat gambaran mental secara sangat jelas dan dapat merasakan sensasi dengan lima indra.
Theta adalah gelombang otak pada frekuensi 4-8 Hz, yang dihasilkan oleh pikiran bawah sadar, biasanya muncul saat kita bermimpi. Gelombang inilah yang membaca rekaman alam bawah sadar kita. Bawah sadar juga merekam materi yang berasal dari kreativitas yang ditekan atau tidak diberi kesempatan untuk muncul ke permukaan dan materi psikologis yang ditekan. Meski kita dapat masuk ke theta dan membaca rekaman bawah sadar, bila tidak dibantu oleh gelombang alfa dan beta, semua data tidak dapat dikenali oleh pikiran sadar. Jadi semua data yang berhubungan emosi, baik itu emosi positif maupun negative, tersimpan dalam pikiran bawah sadar. Emosi-emosi negative yang tidak teratasi dengan baik, setelah masuk ke pikiran bawah sadar, akhirnya menjadi beban psikologis yang menghambat kemajuan diri seseorang.
Delta adalah gelombang otak yang paling lambat, pada kisaran frekuensi 0,1-4 Hz, dan merupakan frekuensi dan pikiran nirsadar. Pada saat kita tidur lelap, otak hanya menghasilkan gelombang delta agar kita dapat istirahat dan memulihkan kondisi fisik. Pada orang tertentu, saat datang kondisi sadar, delta dapat muncul bersamaa dengan gelombang lainnya. Dalam keadaan itu, delta bertindak sebagai “radar” yang mendasari kerja intuisi, empati, dan tindakan yang bersifat insting. Delta juga memberikan kebijakan-kebijakan dengan level kesadaran psikis yang sangat dalam.

Simulasi gelombang otak
Simulasi gelombang otak sebenarnya adalah fenomena yang alami, sama alaminya dengan teori fisika umumnya. Getaran suara denganfrekuensi tertentu yang didengarkan telinga bisa menggetarkan otak, sehingga otak memproduksi gelombang yang frekuensinya sama dengan frekuensi suara yang kita dengar. Hal ini sama saja dengan hukum fisika pada dua garpu tala. apabila kita membunyikan (menggetarkan) suatu garpu tala, maka apabila kita mendekatkan garpu tala lainnya yang senada, garpu tala tersebut juga akan ikut bergetar.

Dengan analogi yang sama pada otak manusia. Apabila kita mengetahui setiap tingkat gelombang otak manusia yang mampu beresonansi dari getaran audio, visual, dan sinyal raba atau perasaan, maka kita dapat menstimulasi otak kita agar menghasilkan gelombang otak tertentu sesuai kebutuhan, misalnya untuk meningkatkan kemampuan berpikir, ingatan, pemahaman yang cepat, atau sekedar untuk menenangkan pikiran.

Ada beberapa macam cara yang bisa digunakan untuk menstimulasi otak kita. Diantaranya:
Binaural Beats

Prinsipnya sama dengan prinsip frekuensi biasa, apabila 2 gelombang frekwensi f1 dan f2 (telinga kanan dan kiri ) dipadukan menjadi satu, maka secara matematik akan diperoleh hasil sebagai berikut :
* frekwensi dasar yaitu f1 dan f2.
* kelipatan atau harmonik ganjil dari masing2 frekwensi yaitu 3f1, 5f1 dst dan 3f2, 5f2 dst
* selisih dan jumlah dari kedua frekwensi dasar tersebut ( f1 – f2) dan (f1+f2).
Tergantung dari aplikasi matematis tersebut, pada penggunaan dan perhitungan untuk otak maka yang direspon “hanya” f1 dan f2 sebagai suara biasa dan ( f1 – f2 ) yang akan direspon oleh otak sebagai gelombang gamma, beta, alpha, theta atau delta misalnya f1 = 400 hz dan f2 = 410 hz , maka f = 10 Hz direspon otak sebagai gelombang alpha. Maka selisih dua frekwensi yang berbeda ini disebut binaural beat atau pelayangan 2 sinyal. Binaural beat ditemukan dan diselidiki pertama kali oleh Heinrich Wilhelm Dove pada tahun 1839.

Gelombang Isochronics (Monoaural Beat)
Karena dengan sistim binaural beat diperlukan dua headphone stereo (kiri dan kanan) atau pemasangan pengeras suara (speaker) yang dipasang tepat disamping kiri dan kanan, agar otak merespon cukup baik, maka sistim ini kurang nyaman bagi beberapa orang. Maka dipilih cara lainnya yang lebih baik, yaitu dengan sistem Isochronics

Pada gelombang isochronic, maka baik suara yang didengar ditelinga kiri maupun kanan akan memiliki frekwensi suara dan amplitudo yang sama, hanya kedua sinyal tersebut dimodulasikan dengan impuls/switch on/off (hidup/mati) dengan batasan-batasan irama gelombang otak (beta, alpha, theta, delta) tersebut disesuaikan dengan target-batasan aktifitas mental yang akan dicapai seseorang.

Stimulasi gelombang otak yang memakai sistim isochronic punya kelebihan tersendiri yaitu tidak memerlukan headphone stereo. Cukup yang speaker/headphone mono atau 1 headphone atau mono-speaker saja hasilnya sudah sama dengan dua headphone stereo jika menggunakan sistem binaural.

Riset selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa gelombang otak tidak hanya menunjukkan kondisi pikiran dan tubuh seseorang, tetapi dapat juga distimulasi untuk mengubah kondisi mental seseorang.
Dengan mengkondisikan otak agar memproduksi atau mereduksi jenis frekuensi gelombang otak tertentu, maka dimungkinkan untuk menghasilkan beragam kondisi mental dan emosional.
Kegunaannya tidak hanya terbatas pada hal-hal berikut ini: penyembuhan penyakit temporer, mengurangi stress, depresi, kegelisahan, mengatasi sulit tidur, memudahkan relaksasi dan meditasi.

Dengan mensimulasikan gelombang otak dengan benar, maka para pekerja kantoran tadi yang sulit untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, atau yang mengalami insomnia bisa mengatasi masalah-masalah mereka. Dengan istirahat yang bagus, maka kondisi fisik dan pikiran seseorang akan lebih baik. Mereka pun akan bisa bekerja lebih optimal. Kondisi pikiran yang baik, tentunya akan menjauhkan seseorang dari penyakit, seperti stress dan depresi. Maka, simulasi gelombang otak ini bisa dijadikan sebagai suatu solusi media relaksasi bagi mereka-mereka yang banyak pikiran, yang sulit tidur, dan yang tidurnya tidak berkualitas.

Saat ini sudah banyak beredar software-software komputer yang bisa mensimulasikan gelombang otak, seperti:
1. i-doser (http://www.i-doser.com)
i-Doser Laboratorium adalah suatu aplikasi simulasi Brainwave (Gelombang Otak) yang dapat mempengaruhi suasana hati sesuai dengan doses (dosis file dengan ext .drg yang akan dijalan aplikasi i-Doser). Untuk menghasilakan efek yang sempurna penggunaan i-Doser haruslah menggunakan headphone stereo. Idoser sangat populer dalam memberikan efek terhadap otak kita sehingga dapat mempengaruhi suasana hati, seperti mendapatkan kebahagian.

2. Terapi gelombang otak (http://www.gelombangotak.com)
Terapi gelombang otak adalah suatu cara mensimulasikan gelombang otak, yaitu dengan memberikan pengaruh kepada brainwave kita. Pada hal ini, berupa file audio yang dapat kita beli pada websitenya. Filenya dapat kita pilih sesuai efek yang kita inginkan, seperti efek agar meningkatkan daya ingat, menghilangkan stress, mendapatkan tidur nyenyak, dll.

3. BrainWave Generator (http://www.bwgen.com)
Sama seperti software simulasi gelombang otak lainnya, BrainWave Generator menawarkan kemampuan untuk mempengaruhi gelombang otak anda seperti yang anda inginkan.

Sebagian besar software yang tersedia memang merupakan bineural beats, yang mana membutuhkan headphone stereo yang dipakai di telinga kita agar mendapatkan efek yang diinginkan. Meskipun penelitian akhir-akhir ini menunjukkan bahwa penggunaan metode isocrhonics lebih efektif, tetapi mungkin karena metode ini masih baru sehingga belum banyak software yang beredar.

Referensi
http://123ko.wordpress.com/2008/07/25/kupas-i-doser-binaural-brainwave-doses/
http://beninglarashati.wordpress.com/2009/01/20/brainwave-entertainment-binaural-beat/
http://firariswiyandi.wordpress.com/2009/03/07/hypnosis-dengan-istilah-brainwave/
http://www.gelombangotak.com/teknologi_gelombang_otak.htm
http://www.bwgen.com/
http://www.i-doser.com/
http://www.kaskus.us/